Politik Identitas Gaes

Identitas seseorang adalah adalah cerminan diri, yang melekat menjadi sebutan dan bukan semata citra diri, dan menjadi pembeda bagi orang lain. Identitas menurut Stella Ting Toomey merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis dan proses sosialisasi. Identitas pada dasarnya merujuk pada refleksi dari diri kita sendiri dan persepsi orang lain terhadap diri kita. Sementara itu, Gardiner W. Harry dan Kosmitzki Corinne melihat identitas sebagai pendefinisian diri seseorang sebagai individu yang berbeda dalam perilaku, keyakinan dan sikap (wikipedia.com).

Secara etimologis, identitas berasal dari kata

identity

. Menurut Kamus Inggris-Indonesia,

identity

dialihbahasakan menjadi identitas, yaitu ciri-ciri dan tanda-tanda yang khas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), identitas merupakan ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jatidiri. Dengan demikian, identitas merupakan situasi di mana manusia mampu mengaca diri danmenemukan berbagai tanda khas atau unik yang diperolehnya melalui pertautan kisi internalnyadengan yang eksternal dan lingkungan sosialnya. Oleh karenanya identitas dapat mengacu pada bentuk konotasi apapun, seperti: sosial, politik, budaya, psikoanalisis, dsb (academia.edu).

 

Politik menurut Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh oleh warganegara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Dalam hal ini, saya akan mengkaji politik dari segi pemerintahan dan kepentingan suatu negara.

Identitas ada pada setiap manusia, begitu pula politik yang mengalir dalam kehidupan bermasyarakat, maka ada yang dinamakan dengan politik identitas, dan penting untuk mengetahuinya karena berhubungan dengan situasi politik beberapa tahun terakhir. Politik Identitas pada dasarnya adalah situasi dan cara berpolitik yang mempersatukan kelompok karena adanya rasa ketidakadilan dan ketidakpuasan yang didasari oleh persamaan latar belakang golongan, contohnya suku, ras, agama, dan jender (geotimes.co.id).

Sudah mulai paham gak gaes, apa itu politik identitas?

Masih bingung?

Nih kita kasih bocoran atau contekan biar dapat nilai tinggi di ujian nanti.

Menurut wikipedia.com. Politik identitas berpusat pada politisasi identitas bersama atau perasaan ‘kekitaan’ yang menjadi basis utama perekat kolektivitas kelompok. Identitas dipolitisasi melalui interpretasi secara ekstrim, yang bertujuan untuk mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa ‘sama’, baik secara ras, etnisitas, agama, maupun elemen perekat lainnya. Puritanisme atau ajaran kemurnian atau ortodoksi juga berandil besar dalam memproduksi dan mendistribusikan ide ‘kebaikan’ terhadap anggota secara satu sisi, sambil di sisi lain menutup nalar perlawanan atau kritis anggota kelompok identitas tertentu. Politik identitas, menurut Abdillah (2002) merupakan politik yang fokus utama kajian dan permasalahannya menyangkut perbedaan-perbedaan yang didasarkan atas asumsi-asumsi fisik tubuh, politik etnisitas atau primordialisme, dan pertentangan agama, kepercayaan, atau bahasa. Politik identitas hadir sebagai narasi resisten kelompok terpinggirkan akibat kegagalan narasi arus utama mengakomodir kepentingan minoritas; secara positif, politik identitas menghadirkan wahana mediasi penyuaraan aspirasi bagi yang tertindas. Fitur dikotomi oposisional menjadi fondasi utama yang membedakan perasaan kolektivitas ke-kita-an terhadap yang lain. Tetapi kenyataannya, pada tataran individual di era modernisasi yang serba mekanik, muncul ‘kegagapan’ untuk memahami struktur masyarakat yang plural, maka intoleransi semakin meningkat. Pendeknya, terjadi ketidaksesuaian imajinasi sosial tentang kehidupan sehari-hari manusia modern dan interaksinya dengan masyarakat umum.

Sedikit paham kan gaes. Semoga bermanfaat….