Tugas Dan Fungsi DPR

Pendidikan politik adalah senyawa “ruh” dari masa depan kehidupan sebuah bangsa berdemokrasi. Para pelaku politik semestinya mengedepankan kesadaran politik sebagai fungsi dan peran demokrasi. Moment politik dikebiri hanya sebatas euforia pergantian kepemimpinan dan perwakilan, yang mengakibatkan fungsi dan peran politik semakin tersembunyikan. Peristiwa politik 5 (lima) tahunan tak ubahnya sebuah ritual “pemberhalaan kepentingan”.

Tahukah kita apa peran dan fungsi dari wakil rakyat (DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota) di parlemen? Yang dihasilkan dari kontestasi partai. Sejauh yang mengemuka di pelataran bincang masyarakat adalah pertaruhan para pemain dengan modal finansial yang tinggi. Masyarakat lebih banyak disuguhkan hal-hal sesaat serta mengakomodir isu dan kedekatan emosional bahkan ketundukan, karena memang sedikit calon legislatif (caleg) yang mengkampanyekan tentang apa dan siapa serta fungsi lembaga legislatif.

secara garis besar fungsi legislatif ada 3 (tiga):

  1. Fungsi legislasi, sebagai pembuat peraturan dan perundang-undangan bagi anggota DPR, yang senyatanya sangat menentukan arah kebijakan pemerintah serta melindungi dan berorientasi kepada kepentingan rakyat nyaris tidak terdengar dari perbincangan calon legislatif yang srdangberkontestasi. Terlepas apakah mereka para caleg ini tidak atau belum terbekali akan apa saja perannya disaat dia nanti terpilih sebagai anggota legislatif.
  2. Fungsi anggaran (budgeting) bagi anggota DPRuntuk membahas anggara pendapatan dan belanja negara (APBN) bersama Presiden, fungsi inipun seharusnya bisa dipahamkan kepada para pemilih.
  3. Fungsi pengawasan, adalah fungsi kontrol terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan pengawasan terhadap serapan anggaran yang tertuang dalam APBN/APBD.

selain dari ketiga fungsi diatas, tugas dan wewenang DPR diantaranya juga:

  1. Menyerap, Menghimpun, Menampung dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat.
  2. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk: (1) Menyatakan perang ataupun membuat perdamaian dengan negara lain: (2) mengangkat dan memberhentikan anggota komisi Yudisial.
  3. memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal: (1) pemberian amnesti dan abolisi;(2) mengangkat duta besar dan menerima penempatan duta besar lain.
  4. Memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD.
  5. memberikan persetujuan kepada Komisi Yudisial terkait calon hakim agung yang akan ditetapkan menjadi hakim agung oleh Presiden.
  6. Memilih 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk selanjutnya diajukan ke Presiden.

Melihat dari fungsi dan peran anggota dewan, kapasitas seorang calon dalam memahami dan menyelami kondisi masyarakat dengan segala aspeknya. Kenal, merupakan keharusan untuk menemukan kecocokan secara batin. Namun tahu kemampuan seorang calon legislatif adalah keniscayaan, karena amanat masa depan kita sebagai warga negara kita limpahkan dipundaknya. Maka, jangan tambah lagi beban mereka dengan sesuatu yang lain yang justeru akan menjadikan mereka tidak memperhatikan amanah kita.

Para anggota dewan yang terpilih, tentunya adalah perwakilan dari daerah dimana ia dipilih. Anggota dewan mewakili daerah untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan daerah. Dalam hal pemenuhan kebutuhan daerah ini, tentunya kemampuan memahami dan pengalaman mengelola daerah merupakan pertimbangan awal bagi kita untuk dapat memilih calon-calon perwakilan di legislatif. Dengan tujuan sebuah daerah dapat memperoleh akses terhadap tiga hal pokok dari tugas anggota dewan (DPR).

Kenali orangnya, ketahui kemampuannya dan pastikan dukungan kita.

Pemilih bermartabat untuk Indonesia semakin hebat. “Mengunduh Berkah Dari Pusat Agar Daerah Semakin Hebat”.